Saturday, February 10, 2018

Rangkaian Pengusir Nyamuk Menggunakan IC NE555



Nyamuk adalah serangga yang tergolong dalam ordo Diptera, genusnya termasuk Anopheles. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang. Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil.

Nyamuk biasa dianggap sebagai hewan yang mengganggu dan menyebalkan karena gigitannya yang sakit dan dapat menyebabkan penyakit, salah satunya Demam Berdarah. Penyakit ini sangat berbahaya mengingat Indonesia sebagai negara ke dua Endemis penyakit demam berdarah menurut WHO.

Umumnya, manusia hanya bisa mendengar suara dengan frekuensi antara 20 Hz – 20 kHz saja tetapi pada beberapa hewan tertentu seperti nyamuk bisa terganggu ketika mendengar suara diatas 20 kHz – 50 kHz (Hasil Penelitian FKH IPB) dan itu sangat mengganggu indra pendengaran mereka.



Alat ini memanfaatkan output dari sebuah buzzer berupa gelombang ultrasonik yang memiliki rentang frekuensi 2.5 – 40 kHz. Dengan gelombang ini, indra pendegaran nyamuk akan terganggu sehingga mereka akan meninggalkan area cakup dari gelombang yang dihasilkan buzzer.

Daftar Komponen yang digunakan
  • Baterai 9 Volt
  • Saklar
  • IC NE 555
  • Kapasitor 100uF
  • Potentiometer 10k Ohm
  • Resistor 1k Ohm
  • Buzzer 50k Hz


Read More

Generator Fungsi, Pengertian, Fungsi, Serta Cara Penggunaannya


Generator Fungsi atau Function Generator adalah suatu alat yang menghasilkan sinyal/gelombang dimana frekuensi serta amplitudonya dapat diubah-ubah. Gelombang yang dihasilkan pada umumnya yaitu gelombang sinusoidal, gelombang segitiga, dan gelombang segi empat. Pada umumnya Generator Fungsi digunakan berdampingan dengan Osiloskop. 

Function Generator terdiri dari generator utama dan generator modulasi. Generator utama pada umumnya menyediakan output berupa Gelombang sinusoidal, kotak, ataupun segi tiga. Umumnya gelombang tersebut memiliki frekuensi berkisar antara 0,01 Hz hingga 10 kHz. Generator sinyal input digunakan sebagai Amplitudo Modulation (AM) atau Frequency Modulation (FM).

Beberapa tombol/saklar pengatur yang biasanya terdapat pada Generator Fungsi diantaranya:
  • Saklar Daya (Power Switch) : Berfungsi untuk menyalakan daya Generator Fungsi.
  • Terminal Output TTL/CMOS : Terminal yang menghasilkan keluaran yang kompatibel dengan TTL/CMOS
  • Duty Function : Tarik dan putar tombol ini untuk mengatur Duty Cycle gelombang
  • Selector TTL/CMOS : Ketika tombol ini ditekan, terminal output TTL/CMOS akan mengeluarkan gelombang yang kompatibel dengan TTL. Sedangkan jika tombol ini ditarik, maka besarnya tegangan kompatibel output (yang akan keluar dari terminal output TTL/CMOS) dapat diatur antara5-15 Vpp, sesuai besarnya tegangan yang kompatibel dengan CMOS
  • DC Offset : Untuk memberikan offset (Tegangan DC) pada sinyal +/- 10V. Tarik dan putar searah jarum jam untuk mendapatkan level tegangan DC positif, atau putar ke arah yang berlawanan untuk mendapat level tegangan DC negatif. Jika tombol ini tidak ditarik, keluaran dari geneartor sinyal adalah murni tegangan AC
  • Amplitudo Output : Putar searah jarum jam untuk mendapatkan tegangan output yang maksimal, dan kebalikannya untuk output -20dB. Jika tombol ditarik, maka output akan diperlemah sebesar 20dB.
  • Selector Fungsi : Tekan salah satu dari ketiga tombol ini untuk memilih bentuk gelombang output yang diinginkan
  • Terminal Output utama : Terminal yang mengeluarkan sinyal output utama
  • Tampilan Pencacah : tampilan nilai frekuensi dalam format 6x0,3"
  • Selector Range Frekuensi : Tekan tombol yang relevan untuk memilih range frekuensi yang dibutuhkan
  • Pelemah 20dB : Tekan tombol ini untuk mendapat output tegangan yang diperlemah sebesar 20dB
Cara pemakaian Function Generator :
  1. Hidupkan Power Supply
  2. Sambungkan kabel BNC ke kolektor sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya ingin menghasilkan sinyal TTL output maka konektor dihubungkan pada konektor TTL output dan jika untuk sinyal sinusoidal dan segitiga hubungkan pada output 50 Ohm
  3. Untuk menghasilkan frekuensi gelombang kotak pengaturan yang diinginkan, dan untuk mengatur Dutycycle maka putarlah selector Dutycycle. Sebelum mengaturnya tarik stang selector
  4. Untuk menghasilkan frekuensi gelombang sinusoidal dan gelombang segitiga maka pengaturan amplitudonya pada selector Amplitudo dan konektor BNC pada output 50 Ohm. Untuk meinigkatkan besar tegangan atau amplitudonya maka tarik stang selector dan aturlah maximal tegangan 15 Volt.
  5. Untuk menghasilkan frekuensi yang diinginkan maka pilihlah tombol frekuensi yang diinginkan dan selector pengali yang sesuai.
Sebuah function generator adalah bagian dari peralatan tes elektronik atau perangkat yang digunakan sebagai pembangkit berbagai jenis gelombang listrik melalui berbagai frekuensi. Bentuk gelombang dapat berulang-ulang atau single shot. Dalam hal beberapa jenis sumber pemicu diperlukan (Internal maupun ekstrenal) Biasanya Generator Fungsi menghasilkan gelombang yang dihasilkan oleh berulang pengisian dan pemakaian kapasitor.

Rangkaian Generator Fungsi yang menghasilkan Gelombang Persegi dan Segitiga


Function Generator yang digunakan dalam pengembangan, pengujian, dan perbaikan alat elektronik, misalnya sebagai sumber sinyal untuk menguji amplifier, atau untuk memperkenalkan sinyal kesalahan ke loop kendali. Beberapa yang pailng umum bentuk gelombang yang dihasilkan oleh Function Generator adalah gelombang sinus, persegi, segitiga, dan gigi gergaji waveforms.

Terima kasih atas kunjungannya, apabila anda memiliki kritik maupun saran, dapat anda cantumkan di kolom komentar maupun di Formulir hubungi kami.
Read More

Multimeter, Pengertian, Fungsi, Serta Jenis - Jenisnya

Multimeter sebagai alat ukur elektrik lebih sering digunakan dibandung alat ukur yang lain karena simple dan bisa digunakan untuk mengukur beberapa satuan listrik. Dalam perkembangannya, Multimeter mengalami banyak penyempurnaan ke arah yang lebih cermat. Pada dasarnya, Multimeter merupakan alat ukur yang dapat mengukur beberapa satuan yaitu kuat arus (Amperre). tegangan (Volt), dan resistansi (Ohm), sehingga sering disebut AVOmeter.



Multimeter diciptakan di awal 1920-an sebagai radio penerima dan perangkat tabung vakum elektronik lainnya menjadi lebih umum. Penemuan Multimeter pertama dikaitkan dengan kantor pos insinyur Inggris, Donald Macadie, yang menjadi tidak puas dengan harus membawa instrument yang terpisah diperlukan untuk pemeliharaan sirkuit telekomunikasi. Macadie menemukan alat yang bisa mengukur Ampere, Volt, dan Ohm, sehingga meteran multifungsi kemudian dinamai AVOmeter. Meteran terdiri dari meter coil bergerak, tegangan, dan resistor presisi, serta switch dan soket untuk pemilih kisaran.

Berkat perkembangannya, Multimeter kini memiliki jenis yang berbeda, jika dahulu orang hanya mengenal multimeter Analog, maka yang terbaru sebagai hasil perkembangan teknologi, yakni Multimeter Digital. Multimeter Digital menggunakan layar LCD dalam penampilan hasil ukurnya. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meskipun Multimeter Digital mulai disenangi, namun Multimeter Analog masih menjadi pilihan karena dinilai lebih presisi dibanding dengan Multimeter Digital.

Multimeter Analog
Multimeter Analog dicirikan dengan jarum penunjuk. Parameter yang akan diukur dan jangkah ukur dipilih melalui saklar. Bentuk saklar pemilih mode pengukuran berbentuk lingkaran dengan garis penunjuknya. Dalam melakukan pengukuran skala ukur yang dibaca adalah sesuai dengan basaran dan jangkah yang akan ditunjuk oleh saklar pemilih.


Multimeter Digital
Berbeda dengan Multimeter Analog, Multimeter Digital memiliki tampilan yang lebih sederhana, agar lebih mudah digunakan jika dibandingkan dengan Multimeter Analog. Multimeter Digital juga disebut DMM (Digital Multi Meter), atau bahkan DVOM (Digital Volt Ohm Meter). Multimeter Digital tidak menggunakan jarum penunjuk sebagai penunjuk nilai, namun menggunakan LCD (Liquid Crystal Display) sebagai penunjuk hasil pengukurannya.


Ditinjau dari jenis pemilihan jangkahnya, ada dua jenis Multimeter Digital, yaitu Manual Range, dan Auto Range. Jenis Manual Range jangkah ukur dipilih melalui saklar selector secara manual, sedangkan pada jenis Auto Range jangkah ukur akan menyesuaikan secara otomatis sesuai dengan besaran yang diukur.

Terima kasih telah berkunjung, apabila ada kritik maupun saran yang hendak disampaikan, silahkan cantumkan di kolom komentar.



Read More

Friday, February 9, 2018

Hukum Ohm, Penjelasan Serta Penerapannya



Dalam mempelajari dan menganalisis rangkaian elektronika, ada beberapa teori yang wajib dipelajari. Dalam ilmu Elektro, beberapa hukum yang harus dipelajari serta dipahami terlebih dahulu yaitu Hukum Ohm.

Selain Hukum Ohm, ada beberapa teori yang wajib pula dipelajari serta dipahami oleh para praktisi elektro, diantaranya Hukum Kircoff, baik Hukum Kircoff 1 maupun Kircoff 2.

Hukum Ohm, dicetus oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama George Simon Ohm. Beliau mempublikasikan hukum tersebut pada paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically”.

Hukum Ohm pada dasarnya menjelasakan hubungan antara Tegangan (Voltage) dengan Arus (Current) dan Resistansi (Resistance). Bunyi Hukum Ohm yaitu:

Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau konduktor akan berbanding lurus dengan Tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R).
Persamaan Hukum Ohm secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut:
V = I X R

Dimana
V       : Tegangan (Volt)
I        : Kuat Arus (Amperre)
R       : Resisitansi (Ohm)

Hukum Ohm umumnya digunakan sebagai aturan dasar dalam menganalisis rangkaian elektronika sederhana. Dengan menggunakan hukum Ohm, kita dapat mengatur Tegangan, Arus, maupun Resistansi yang dibutuhkan.


Hukum Ohm digunakan sebagai dasar dalam merakit rangkaian elektronika. Hukum Ohm juga biasanya ditemani dengan teori yang lainnya seperti hukum Kircoff, Teorema  Thevenin, Teorema Norton, Teorema Superposisi, dan yang lainnya.

Contoh Penggunaan Hukum Ohm


Dalam rangkaian tersebut, terbaca pengukuran Multimeter kuat arus sebesar 100mA. Yang diketahui dari rangkaian tersebut adalah nilai resistansi sebesar 120 Ohm.

Untuk mengetahui berapa tegangan total yang mengalir pada rangkaian tersebut, kita dapat menggunakan hukum Ohm sebagai perhitungan, dan didapatkan:

V = I x R
    = 100 mA x 120 Ohm
    = 0,01 A x 120 Ohm
    = 12 Volt

Itu adalah salah satu pemanfaatan hukum Ohm disebuah rangkaian elektronika sederhana. Ketika menganalisa rangkaian elektronika yang lebih rumit, Hukum Ohm dapat dipadukan dengan teori-teori yang mendukung.

Terima kasih telah berkunjung, apabila ada kritik maupun saran, silahkan cantumkan di kolom komentar yang tersedia.


Read More

Kapasitor, Jenis dan Fungsinya


Kapasitor atau Kondensator, adalah komponen elektronika yang pada umumnya berfungsi sebagai tempat penyimpanan muatan listrik untuk sementara. Kapasitor termasuk ke dalam komponen pasif. Satuan yang menyatakan kemampuan sebuah kapasitor untuk menyimpan muatan listrik yaitu Farad. Satuan Farad digunakan sebagai tanda penghormatan atas penemunya, yaitu Michael Faraday (1791-1867).

Satuan Farad adalah satuan yang memiliki nilai yang besar, oleh karena itu pada umumnya Kapasitor yang digunakan di rangkaian elektronika nilainya dikonversi ke nilai yang lebih kecil lagi seperti microFarad, picoFarad, dan nanoFarad.

Kapasitor terdiri dari dua plat konduktor yang biasanya terbuat dari logam. Diantara dua plat tersebut terdapat pemisah berupa Isolator. Kapasitor disingkat dengan huruf C.

Seperti komponen yang lainnya, Kapasitor memiliki berbagai jenis serta karakteristik yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa jenis Kapasitor:

Kapasitor Nilai Tetap (Fixed Capacitor)
Fixed Capacitor adalah Kapasitor yang memiliki nilai tetap atau tidak bisa diubah-ubah. Kapasitor jenis ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

Kapasitor Keramik (Ceramic Capacitor)
Seperti namanya, Kapasitor jenis ini adalah Kapasitor yang Isolatornya terbuat dari keramik. Pada umumnya berbentuk bulat atau segi empat. Kapasitor jenis ini tidak memiliki polaritas, sehingga penggunaannya tak memperhatikan polaritas positif maupun negative.


Kapasitor Polyester
Kapasitor Polyester adalah kapasitor yang memiliki isolator yang terbuat dari bahan dasar Polyester. Seperti Kapasitor keramik, Kapasitor Polyester tidak memiliki polaritas.


Kapasitor Kertas
Kapasitor Kertas memiliki isolator yang terbuat dari kertas. Kapasitor ini tidak memiliki polaritas sehingga dapat digunakan secara bolak balik. Pada umumnya nilai kapasitansi dari Kapasitor ini berkisar antara 300pF hingga 4uF.


Kapasitor Mika
Kapasitor Mika memiliki isolator yang terbuat dari mika. Kapasitor ini tidak memiliki polaritas. Nilai kapasitansi dari Kapasitor Mika berkisar diantara 50pF hingga 0,02uF.



Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor/Elco)
Kapasitor Elektrolit biasa disebut Elco, adalah Kapasitor yang memiliki isolator yang terbuat dari Elektrolit yang berbentuk seperti Silinder. Pada umumnya, Kapasitor Elco memiliki nilai Kapasitansi yang tinggi. Berbeda dengan Kapasitor yang telah dijelaskan sebelumnya, Kapasitor Elco memiliki Polaritas yaitu kutub Positif dan kutub Negatif. Kapasitor Elco berbentuk seperti Tabung yang dibungkus bahan Alumunium. Alumunium tersebut juga digunakan sebagai kutub Negatifnya. Dalam penggunaan Kapasitor Elco perlu diperhatikan polaritasnya, jika salah pemasangan Kapasitor Elco akan meledak.


Kapasitor Tantalum
Kapasitor Tantalum memiliki beberapa kesamaan dengan Kapasitor Elco, yaitu memiliki polaritas dan isolatornya terbuat dari elektrolit. Hanya saja Kapasitor tantalum menggunakan bahan logam Tantalum sebagai terminal Anoda. Kelebihannya dibanding Kapasitor Elco, Kapasitor Tantalum dapat digunakan di suhu  yang jauh lebih tinggi dibanding dengan Kapasitro Elco. Nilai Kapasitansinya juga relatif besar, oleh karena itu harga dipasarannya relatif mahal.


Kapasitor Variable (Variable Capacitor)
Sesuai namanya, Kapasitor jenis ini memiliki nilai kapasitansi yang dapat diubah (variable). Kapasitor ini dibagi menjadi dua jenis yaitu:

Variable Condensator (VARCO)
Varco umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dibanding dengan jenis Kapasitor yang lainnya. Varco biasanya diapakai untuk memilih gelombang frekuensi pada Radio.

Trimmer
Trimmer memiliki nilai kapasitansi yang dapat diubah dengan cara memutar tuas yang terdapat pada tubuh Trimmer. Anda dapat menggunakan obeng untuk memutarnya.



Terima kasih telah berkunjung, apabila ada kritik maupun saran silahkan cantumkan di kolom komentar dibawah.
Read More