Showing posts with label Peralatan. Show all posts
Showing posts with label Peralatan. Show all posts

Monday, February 12, 2018

Power Supply, Pengertian, Jenis, Fungsi, Serta Cara Kerjanya

DC Power Supply adalah suatu alat listrik yang dapat menyediakann tegangan maupun arus listrik, khusunya dalam bentuk DC (Direct Current). DC Power Supply pada umumnya berbentuk kotak dengan terdapat saklar On/Off dan dua lubang output di sisi depan DC Power Supply. DC Power Supply juga biasa disebut dengan catu daya.

Selain DC Power Supply, ada juga AC Power Supply. Bedanya AC Power Supply memberikan output berupa tegangan maupun arus listrik dalam bentuk AC (Alternating Current). Salah satu contohnya yaitu Genset. DC Power Supply memiliki Polaritas yang tetap yaitu positif dan negatif untuk bebannya. Sedangkan AC Power Supply mengubah suatu taraf tegangan AC ke taraf tegangan AC lainnya.

Beberapa jenis Power Supply Diantarnya :

  • Switch-Mode Power Supply (SMPS), adalah jenis Power Supply yang langsung menyearahkan (rectify) dan menyaring (filter) tegangan input AC untuk mendapatkan tegangan DC,
  • Programmable Power Supply, adalah jenis Power Supply yang pengoperasiannya dikendalikan oleh remote control melalui antar-muka (Interface) Input Analog maupun digital RS232 dan GPIB
  • Uninterruptible Power Supply (UPS), adalah Power Supply yang memiliki 2 sumber listrik yaitu tegangan input AC dan baterai yang terdapat didalamnya. Saat listrik normal, tegangan input secara simultan mengisi baterai dan menyediakan arus listrik untuk beban (Peralatan listrik). Tetapi jika terjadi mati listrik, maka baterai akan mengambil alih untuk menyediakan tegangan untuk peralatan listrik/elektronika yang dibutuhkan, dan
  • High Voltage Power Supply, yaitu Power Supply yang dapat menghasilkan tegangan tinggi hingga ratusan bahkan ribuan volt.
Cara kerja DC Power Supply, mula mula tegangan Input AC 220 Volt masuk ke Trafo Step Down sehingga tegangannya turun. Kemudian tegangan AC yang sudah turun akan masuk ke Diode Bridge (Rectifier) sehingga tegangan akan dibuat searah. Selanjutnya masuk ke Filter, dimana listrik akan diratakan sinyalnya yang keluar dari rectifier. Selanjutnya masuk ke Voltage Regulator agar tegangan dan arus DC yang didapatkan akan tetap dan stabil.


Pada dasarnya, Fungsi  utama Power Supply yaitu sebagai Penyedia energi listrik pada suatu perangkat. Selain itu, Power Supply juga bisa disebut sebagai 'Converter' dari tegangan listrik dari tegangan AC menuju ke tegangan DC yang leibh stabil.

Terima kasih atas kunjungannya, apabila anda memiliki kritik maupun saran, silahkan cantumkan pada kolom komentar.
Read More

Saturday, February 10, 2018

Generator Fungsi, Pengertian, Fungsi, Serta Cara Penggunaannya


Generator Fungsi atau Function Generator adalah suatu alat yang menghasilkan sinyal/gelombang dimana frekuensi serta amplitudonya dapat diubah-ubah. Gelombang yang dihasilkan pada umumnya yaitu gelombang sinusoidal, gelombang segitiga, dan gelombang segi empat. Pada umumnya Generator Fungsi digunakan berdampingan dengan Osiloskop. 

Function Generator terdiri dari generator utama dan generator modulasi. Generator utama pada umumnya menyediakan output berupa Gelombang sinusoidal, kotak, ataupun segi tiga. Umumnya gelombang tersebut memiliki frekuensi berkisar antara 0,01 Hz hingga 10 kHz. Generator sinyal input digunakan sebagai Amplitudo Modulation (AM) atau Frequency Modulation (FM).

Beberapa tombol/saklar pengatur yang biasanya terdapat pada Generator Fungsi diantaranya:
  • Saklar Daya (Power Switch) : Berfungsi untuk menyalakan daya Generator Fungsi.
  • Terminal Output TTL/CMOS : Terminal yang menghasilkan keluaran yang kompatibel dengan TTL/CMOS
  • Duty Function : Tarik dan putar tombol ini untuk mengatur Duty Cycle gelombang
  • Selector TTL/CMOS : Ketika tombol ini ditekan, terminal output TTL/CMOS akan mengeluarkan gelombang yang kompatibel dengan TTL. Sedangkan jika tombol ini ditarik, maka besarnya tegangan kompatibel output (yang akan keluar dari terminal output TTL/CMOS) dapat diatur antara5-15 Vpp, sesuai besarnya tegangan yang kompatibel dengan CMOS
  • DC Offset : Untuk memberikan offset (Tegangan DC) pada sinyal +/- 10V. Tarik dan putar searah jarum jam untuk mendapatkan level tegangan DC positif, atau putar ke arah yang berlawanan untuk mendapat level tegangan DC negatif. Jika tombol ini tidak ditarik, keluaran dari geneartor sinyal adalah murni tegangan AC
  • Amplitudo Output : Putar searah jarum jam untuk mendapatkan tegangan output yang maksimal, dan kebalikannya untuk output -20dB. Jika tombol ditarik, maka output akan diperlemah sebesar 20dB.
  • Selector Fungsi : Tekan salah satu dari ketiga tombol ini untuk memilih bentuk gelombang output yang diinginkan
  • Terminal Output utama : Terminal yang mengeluarkan sinyal output utama
  • Tampilan Pencacah : tampilan nilai frekuensi dalam format 6x0,3"
  • Selector Range Frekuensi : Tekan tombol yang relevan untuk memilih range frekuensi yang dibutuhkan
  • Pelemah 20dB : Tekan tombol ini untuk mendapat output tegangan yang diperlemah sebesar 20dB
Cara pemakaian Function Generator :
  1. Hidupkan Power Supply
  2. Sambungkan kabel BNC ke kolektor sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya ingin menghasilkan sinyal TTL output maka konektor dihubungkan pada konektor TTL output dan jika untuk sinyal sinusoidal dan segitiga hubungkan pada output 50 Ohm
  3. Untuk menghasilkan frekuensi gelombang kotak pengaturan yang diinginkan, dan untuk mengatur Dutycycle maka putarlah selector Dutycycle. Sebelum mengaturnya tarik stang selector
  4. Untuk menghasilkan frekuensi gelombang sinusoidal dan gelombang segitiga maka pengaturan amplitudonya pada selector Amplitudo dan konektor BNC pada output 50 Ohm. Untuk meinigkatkan besar tegangan atau amplitudonya maka tarik stang selector dan aturlah maximal tegangan 15 Volt.
  5. Untuk menghasilkan frekuensi yang diinginkan maka pilihlah tombol frekuensi yang diinginkan dan selector pengali yang sesuai.
Sebuah function generator adalah bagian dari peralatan tes elektronik atau perangkat yang digunakan sebagai pembangkit berbagai jenis gelombang listrik melalui berbagai frekuensi. Bentuk gelombang dapat berulang-ulang atau single shot. Dalam hal beberapa jenis sumber pemicu diperlukan (Internal maupun ekstrenal) Biasanya Generator Fungsi menghasilkan gelombang yang dihasilkan oleh berulang pengisian dan pemakaian kapasitor.

Rangkaian Generator Fungsi yang menghasilkan Gelombang Persegi dan Segitiga


Function Generator yang digunakan dalam pengembangan, pengujian, dan perbaikan alat elektronik, misalnya sebagai sumber sinyal untuk menguji amplifier, atau untuk memperkenalkan sinyal kesalahan ke loop kendali. Beberapa yang pailng umum bentuk gelombang yang dihasilkan oleh Function Generator adalah gelombang sinus, persegi, segitiga, dan gigi gergaji waveforms.

Terima kasih atas kunjungannya, apabila anda memiliki kritik maupun saran, dapat anda cantumkan di kolom komentar maupun di Formulir hubungi kami.
Read More

Multimeter, Pengertian, Fungsi, Serta Jenis - Jenisnya

Multimeter sebagai alat ukur elektrik lebih sering digunakan dibandung alat ukur yang lain karena simple dan bisa digunakan untuk mengukur beberapa satuan listrik. Dalam perkembangannya, Multimeter mengalami banyak penyempurnaan ke arah yang lebih cermat. Pada dasarnya, Multimeter merupakan alat ukur yang dapat mengukur beberapa satuan yaitu kuat arus (Amperre). tegangan (Volt), dan resistansi (Ohm), sehingga sering disebut AVOmeter.



Multimeter diciptakan di awal 1920-an sebagai radio penerima dan perangkat tabung vakum elektronik lainnya menjadi lebih umum. Penemuan Multimeter pertama dikaitkan dengan kantor pos insinyur Inggris, Donald Macadie, yang menjadi tidak puas dengan harus membawa instrument yang terpisah diperlukan untuk pemeliharaan sirkuit telekomunikasi. Macadie menemukan alat yang bisa mengukur Ampere, Volt, dan Ohm, sehingga meteran multifungsi kemudian dinamai AVOmeter. Meteran terdiri dari meter coil bergerak, tegangan, dan resistor presisi, serta switch dan soket untuk pemilih kisaran.

Berkat perkembangannya, Multimeter kini memiliki jenis yang berbeda, jika dahulu orang hanya mengenal multimeter Analog, maka yang terbaru sebagai hasil perkembangan teknologi, yakni Multimeter Digital. Multimeter Digital menggunakan layar LCD dalam penampilan hasil ukurnya. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meskipun Multimeter Digital mulai disenangi, namun Multimeter Analog masih menjadi pilihan karena dinilai lebih presisi dibanding dengan Multimeter Digital.

Multimeter Analog
Multimeter Analog dicirikan dengan jarum penunjuk. Parameter yang akan diukur dan jangkah ukur dipilih melalui saklar. Bentuk saklar pemilih mode pengukuran berbentuk lingkaran dengan garis penunjuknya. Dalam melakukan pengukuran skala ukur yang dibaca adalah sesuai dengan basaran dan jangkah yang akan ditunjuk oleh saklar pemilih.


Multimeter Digital
Berbeda dengan Multimeter Analog, Multimeter Digital memiliki tampilan yang lebih sederhana, agar lebih mudah digunakan jika dibandingkan dengan Multimeter Analog. Multimeter Digital juga disebut DMM (Digital Multi Meter), atau bahkan DVOM (Digital Volt Ohm Meter). Multimeter Digital tidak menggunakan jarum penunjuk sebagai penunjuk nilai, namun menggunakan LCD (Liquid Crystal Display) sebagai penunjuk hasil pengukurannya.


Ditinjau dari jenis pemilihan jangkahnya, ada dua jenis Multimeter Digital, yaitu Manual Range, dan Auto Range. Jenis Manual Range jangkah ukur dipilih melalui saklar selector secara manual, sedangkan pada jenis Auto Range jangkah ukur akan menyesuaikan secara otomatis sesuai dengan besaran yang diukur.

Terima kasih telah berkunjung, apabila ada kritik maupun saran yang hendak disampaikan, silahkan cantumkan di kolom komentar.



Read More