Showing posts with label Rangkaian Dan Skema. Show all posts
Showing posts with label Rangkaian Dan Skema. Show all posts

Thursday, February 15, 2018

Rangkaian DC Power Supply 5 Volt Sederhana

DC Power Supply adalah suatu alat elektronik yang dapat menyediakan tegangan berupa tegangan DC. DC Power Supply biasanya digunakan dalam percobaan di laboraturium, project, maupun sebagai pembelajaran dalam bidang elektronika. DC Power Supply kerap disebut dengan sebutan Catu Daya.

Sederhananya, DC Power Supply befungsi sebagai 'Converter' tegangan dari AC (Alternating Current) ke tegangan DC (Direct Current). Mengingat perangkat elektronika membutuhkan tegangan yang lebih kecil serta stabil.


Selain disebut Catu Daya, DC Power Supply kerap disebut sebagai Adaptor. DC Power Supply memilki empat bagian utama yakni Transformer, Rectifier, Filter, dan Regulator. Semua bagian tersebut memiliki fungsinya masing-masing.


Ini merupakan salah satu rangkaian DC Power Supply sederhana yang menghasilkan output sebesar 5 Volt. Beberapa komponen yang digunakan antara lain:
  • Transformer (Trafo)
  • Dioda Bridge (Rectifier)
  • Resistor 33 Ohm
  • Kapasitor 2200uF
  • Kapasitor 100uF
  • Kapasitor 0,1uF
  • Transistor MJ2955G (PNP)
  • Voltage Regulator LM7805
Disini, saya menggunakan input berupa tegangan AC 220 Volt dengan frekuensi 50Hz, tegangan universal yang berlaku di Indonesia.

Terima kasih telah berkunjung, apabila anda memiliki pertanyaan, saran maupun kritik, silahkan cantumkan di kolom komentar.

Read More

Sunday, February 11, 2018

Membuat Rangkaian Flip Flop Menggunakan IC 4017 Dan IC NE555

Rangkaian flip-flop pada dasarnya adalah rangkaian lampu yang nyalanya secara bergantian atau dalam bahasa jawanya 'kelap-kelip'. Rangkaian flip-flop pada umumnya menggunakan LED sebagai lampu indikatornya. Rangkaian flip-flop ini biasanya dijadikan bahan ajar oleh para praktisi elektro kepada teman-teman yang ingin belajar elektro dari dasar.

Sebenarnya ada berbagai cara dalam membuat rangkaian flip-flop, salah satu caranya adalah yang ada disini. Beberapa rangkaian ada yang menggunakan IC, ada beberapa rangkaian yang tidak menggunakan IC, namun menggunakan Transistor.

Pada dasarnya, cara kerja lampu flip-flop menggunakan transistor sebagai saklar, namun karena disini saya tidak menggunakan transistor, saya menggantikan peran saklar pada transistor dengan IC 4017 sebagai decade counter (Penghitung Interval), dan IC NE555 sebagai timer.



Komponen yang diperlukan:
  • LED 9 Buah
  • IC 4017
  • IC NE555
  • Resistor 1,5k Ohm, 2 buah
  • Potentiometer 100k Ohm
  • Kapasitor 1uF
  • Kapasitor 10uF
  • Power Source 12 Volt DC (Boleh menggunakan Baterai maupun Power Supply)
IC NE555
IC NE555 adalah sebuah IC (Integrated Circuit) yang sudah cukup terkenal di dunia elektro. NE555 juga dikenal sebagai IC Timer karena fungsinya sebagai pewaktu ataupun multivibrator.


IC 4017
IC 4017 digunakan sebagai decade counter yang memiliki 16 pin kaki. Dibutuhkan input pulse clock di pin clock dan akan membuat salah satu dari sepuluh pin output menjadi aktif.


Terima kasih telah berkunjung, apabila anda memiliki kritik, saran, maupun sanggahan, kami dengan senang hati menampungnya. Silahkan cantumkan di kolom komentar maupun form Hubungi Kami.


Read More

Saturday, February 10, 2018

Rangkaian Pengusir Nyamuk Menggunakan IC NE555



Nyamuk adalah serangga yang tergolong dalam ordo Diptera, genusnya termasuk Anopheles. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang. Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil.

Nyamuk biasa dianggap sebagai hewan yang mengganggu dan menyebalkan karena gigitannya yang sakit dan dapat menyebabkan penyakit, salah satunya Demam Berdarah. Penyakit ini sangat berbahaya mengingat Indonesia sebagai negara ke dua Endemis penyakit demam berdarah menurut WHO.

Umumnya, manusia hanya bisa mendengar suara dengan frekuensi antara 20 Hz – 20 kHz saja tetapi pada beberapa hewan tertentu seperti nyamuk bisa terganggu ketika mendengar suara diatas 20 kHz – 50 kHz (Hasil Penelitian FKH IPB) dan itu sangat mengganggu indra pendengaran mereka.



Alat ini memanfaatkan output dari sebuah buzzer berupa gelombang ultrasonik yang memiliki rentang frekuensi 2.5 – 40 kHz. Dengan gelombang ini, indra pendegaran nyamuk akan terganggu sehingga mereka akan meninggalkan area cakup dari gelombang yang dihasilkan buzzer.

Daftar Komponen yang digunakan
  • Baterai 9 Volt
  • Saklar
  • IC NE 555
  • Kapasitor 100uF
  • Potentiometer 10k Ohm
  • Resistor 1k Ohm
  • Buzzer 50k Hz


Read More